• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Movillaz

10 Artis Paling Favorit 2016



Salah satu daya tarik sebuah film tentu saja adalah aktor atau artis yang bermain dalam film tersebut. Entah film tersebut sebuah film action, drama, romance, ataupun horror. Terutama kaum adam yang tidak hanya mencari kesenangan menonton film dari sebuah aksinya saja, tapi juga tertarik pada kecantikkan atau keseksian artis yang bermain didalamnya. Tapi, tentunya Saya tidak akan menilai dari segi fisik saja, tapi juga bagaimana aktingya mampu memberinya pesona tersendiri yang mampu mengambil hati tidak hanya pria tapi juga wanita. So, inilah daftar 10 Artis Favorit 2016 versi LEMONVIE.
----------------------------------------------------------

Klik di bawah ini jika ingin melihat
10 Aktor Paling Favorit 2016
 

10. Susan Sarandon
Susan Sarandon
Perannya di film The Meddler membuat saya jatuh hati pada artis bernama Susan Sarandon. Perannya sebagai Nini Minervini, seorang ibu yang kehadirannya tidak disukai oleh anaknya sendiri, punya karakter yang loveable, tidak hanya orang-orang terdekatnya tapi juga teman-teman anaknya sendiri, yang justru sangat menyukai bahkan berharap Minervini adalah ibu kandungnya sendiri, dikarenakan karakternya yang royal, dermawan dan perhatian, ditengah kesepian dirinya tanpa perhatian anaknya sendiri. Meski bukan artis muda yang cantik, tapi tidak menutup dirinya tampil mempesona dibalik penampilannya yang tetap kece'.

9. Helen Mirren
Helen Mirren
Helen Mirren di film Eye in the Sky ini tampil dengan garang dan keras. Tidak ada sedikitpun sisi feminim seorang wanita yang dibawakan oleh Helen sebagai Kolonel Katherine Powell. Dengan seragam tentara dan cara kerjanya yang tak kenal belas kasih, kita sudah melihat perawakan militernya yang sanggup mengkomandoi dan memimpin regu penangkapan terorisme di film ini.

8. Margot Robbie
Margot Robbie
Dibalik buruknya kualitas film Suicide Squad sebagai salah satu koleksi DC yang gagal. Tapi, ada satu alasan mengapa mereka (terutama kaum adam) tetap terhibur setelah menonton film ini. Salah satunya, Harley Quinn yang diperankan oleh Margot Robbie, dibalik cosplay nyentrik dan seksi, make-up dan hairstyle yang weird, tidak menutup Robbie tampil luar biasa mempesona dan ikonik. Apalagi aktingnya tidak kalah hebat sebagai pasangan Joker yang sama-sama gilanya. Jika saja film ini tahu caranya bikin kegilaan, kejahatan dan kekacauan lebih tinggi, mungkin saja do'i bisa berada diperingkat nomor satu list saya. Joker beruntung bisa dapat do'i.

7. Lulu Wilson
Lulu Wilson
Memasukkannya dalam list bukan karena saya pedofil, haha. Tapi, Lulu Wilson dalam film Ouija: Origin of Evil punya tampang polos, innocent dan manis. Tapi, ekspresinya yang kadang datar, aneh dan creepy, apalagi efek CGI wajahnya yang kadang dibuat seram dengan dialog-dialog ngehe yang ia buat, sudah cukup menjadi alasan dik Lulu dalam list saya.

6. Rima Te Wiata
Walau cuman berakting sebentar di film Hunt for the Wilderpeople. Tapi sosok Rima Te Wiata yang berperan sebagai Bibi Bella, dengan kehangatan dan kebaikan dirinya sanggup meluluhkan hati Ricky Backer yang notabene super nakal. Bibi Bella mampu menjadi penengah dua orang laki-laki yang sifat dan umurnya bertolak belakang yang keduanya sama-sama menyukai sosok dirinya yang penuh kasih sayang.

5. Kate Beckinsale
Kate Beckinsale
Bertahun-tahun Kate Beckinsale berperan sebagai vampire lycans di film "Underworld" series, akhirnya akting berkelasnya terpakai di film Love & Friendship sebagai Lady Susan Vernon. Akting Kate disini terlihat begitu mempesona, elegan sekaligus menyebalkan, begitu pas dengan karakternya arogan dan licik, tapi dibalik itu ia hadir dengan kasih sayang dan sifat keibuan.

4. Amy Adams
Amy Adams
Berperan dalam tiga film tahun 2016 lalu, "Batman v Superman: Dawn of Justice", "Nocturnal Animals" dan Arrival. Memang sangat layak Amy Adams diperingkat tinggi di list ini. Meski saya sendiri baru menonton satu film, Arrival, tapi aktingnya sebagai Professor Louise Banks, Amy sukses menampilkan karakter cerdas dan depresif, kala perannya disini sangat menarik dan charming, berbicara dan berkomunikasi dengan bahasa alien, itu sungguh luar biasa. Meski sebelumnya 'Lois/Louise' adalah kekasih Superman yang notabene sama-sama alien.

3. Auli'i Cravalho
Tidak ada larangan tokoh kartun masuk dalam kategori ini, selama ia punya jenis kelamin dan punya daya tarik yang kuat. Moana adalah salah satu jenis tokoh animasi Disney yang berkarakter kuat, pandai, lucu, cantik dan berjiwa petualang. Sosok inilah yang membuat saya penasaran siapa pengisi suara Moana tersebut. Yaitu tidak lain Auli'i Cravalho, gadis manis asli kepulauan Hawaii yang punya kemiripan wajah dari karakter yang ia suarakan, bahkan menurut saya jika Moana dijadikan live action, mungkin hanya Auli'i saja yang pantas memerankannya.

2. Elle Fanning
Elle Fanning
Meski tidak atau belum berani untuk tampil buka-bukaan di film ini, tapi Elle Fanning telah mencuri atensi. Perannya di film The Neon Demon, mengukuhkan karakter dirinya lebih dewasa, elegan dan cantik. Tidak ada lagi sosok remaja ataupun anak kecil dalam diri Elle. Ia adalah wanita muda belasan tahun dengan obsesi besarnya sebagai model papan atas di kota Los Angeles. Yups, sangat tertarik melihat aktingnya di film yang lebih besar.

1. Min-hee Kim
Min-hee Kim
Melihat kapasitasnya sebagai nona tuan rumah yang cantik dan elegan antara pesona gaya dan tutur bicaranya yang melambangkan wanita berkasta tinggi, Lady Hideko, Saya lebih memilih Min-hee Kim ketimbang Tae-ri Kim, di film The Handmaiden. Selain itu Lady Hideko juga punya sisi kerapuhan dan kelemahan yang tersembunyi rapih, selain karakter lesbian yang ia perankan, Min-hee Kim juga tampil berani di depan kamera bersama partnernya Tae-ri Kim sebagai pasangan kekasih. Memang sangat tepat memilihnya di list pertama sebagai artis terfavorit tahun 2016 lalu.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Kisah ini diadaptasi dari karya novel terkenal berjudul Lady Susan Vernon oleh pengarang Jane Austen. Kisah ini diawali dengan kehidupan seorang wanita janda bernama Lady Susan (Kate Beckinsale) bersama putri tunggalnya Frederica Vernon (Morfydd Clark). Sepeninggal suaminya, Lady Susan menjadi ayah sekaligus ibu bagi putrinya, menjadikan dirinya satu-satunya orang tua tunggal demi kebahagiaan putri yang disayanginya. Salah satunya adalah mencarikan pasangan yang layak bagi putrinya, dan tentu bagi dirinya sendiri untuk mencari ayah baru bagi putrinya. Meski kesulitan-kesulitan dihadapi ibu satu anak ini yang bahkan mesti menumpang tinggal di rumah mertuanya dan gosip-gosip buruk tentang dirinya.

REVIEW:
Ketika Saya disuruh menghafalkan nama-nama seseorang apalagi dalam jumlah banyak dalam sekali waktu adalah hal yang paling susah. Inilah yang Saya rasakan pertama film ini diputar. Mungkin karena durasi film yang terbatas, mengingat dan mengenal satu persatu tokoh yang sekaligus dimunculkan dalam film ini. Dan hanya satu yang paling Saya ingat namanya, ya tentu saja sang tokoh utama, Nyonya Lady Susan. Tapi, sebaiknya kamu jangan takut dengan kejutan pengenalan tokoh sebanyak itu di awal, karena jika kamu bersabar dan berkonsentrasi penuh kamu akan menemukan satu persatu rantai hubungan para tokoh dengan Lady Susan. Dan juga ga perlu menghapal semua tokoh tersebut, cukup nikmati alunan ceritanya.

Satu hal yang pasti, banyak sekali kelebihan film ini. Dan Saya akan uraikan satu persatu kelebihan film yang bahkan score di rottentomatoes bisa mencapai 98%, uyeaah! Pertama, adalah dari segi cerita yang jika dilihat dari sinopsisnya sendiri terlihat simpel. Namun tidak seperti itu, ia mampu mengalir dengan kesederhanaan sekaligus penceritaan hidup Susan yang lumayan kompleks. Kemudian dari ceritanya sendiri memaparkan bagaimana cerita seorang wanita yang berupaya membebaskan dirinya dari cerita-cerita buruk orang-orang sekitarnya. Upayanya sendiri kadang membuat kita menjadi ambigu dengan sikap arogan dan akal bulusnya, tapi kadang setelah itu kita mentolerir sikapnya yang seperti itu. Jika kita membayangkan jika sang Lady Susan itu sendiri sebagai ibu kita. Satu hal saja, itu semua dilakukan demi anaknya.

Kedua, daripada itu ada satu point plus tersendiri yang membuat Saya enjoy dengan film ini, meski kamu merasa ini sajian drama fiksi yang penuh melankolis dengan segala cerita drama panggungnya, jangan salah paham. Cerita yang dibuat Whit tidak semendayu itu, kadang beberapa guyonan lucu kerap berhasil membuat Saya tertawa. Ia tiba-tiba bisa menjadi film yang sangat enjoyable disaat cerita yang mungkin saja bisa memusingkanmu tanpa adanya ini.

Ketiga, setting dan sentuhan visual luar biasa apik. Tidak ada kata yang bisa Saya sebutkan bagaimana cantik dan indahnya film ini. Sepanjang film Saya merasakan tak ada satupun moment yang tak sanggup memanjakan mata Saya. Hal yang pernah juga Saya rasakan di film Joe Wright (Atonement, Pride & Prejudice), tapi tentunya ia tak menggunakan visual efek yang berlebihan. Satu kelebihan yang mungkin bisa membawa film ini ke nominasi Oscar tahun depan.

Keempat adalah Kate Beckinsale sang tokoh utama, Lady Susan Vernon. Jujur, jarang Saya mendengar aktingnya yang menonjol sampai saat ini kecuali saat ia menjadi wanita lycans, :D LOL. Tapi disinilah akting terbaiknya muncul, Ia bisa berperan menjadi wanita yang terlihat tangguh, cerdik, arogan, dan elegan disaat bersamaan. Sulit bersimpatik dengan sifat tokohnya, namun ia menjadi pesona tersendiri. Karena satu-satunya yang perannya paling menarik, ya dia.

OVERALL, intinya ia tetap menjadi enjoyable dengan guyonan yang sanggup membuat Saya tertawa cekikikan ditengah cerita yang sedikit kompleks dengan banyaknya pengenalan tokoh di film ini. Dibantu juga dengan teknis visual yang membahana layaknya sebuah drama panggung megah yang siap disantap oleh mata kita. Mungkin ini menjadi salah satu adaptasi novel terbaik tahun ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments



Howard Hughes (Leonardo DiCaprio) adalah seorang pengusaha sukses asal Texas. Dia adalah sutradara film—film epik besar pertama sejak jaman film bersuara, Hell’s Angels yang sempat mencetak film termahal dunia, dan film western pamer payudara, The Outlaw. Dia juga merupakan produser film—yang paling terkenal adalah Scarface versi asli tahun 1932 dengan sutradara Howard Hawks. Dan, kecintaannya terhadap penerbangan membuatnya dirinya bangga dijuluki Sang Penerbang. Film ini adalah mengenai karirnya yang penuh pertaruhan besar dalam perfilman maupun industri pesawat, kisah cintanya yang penuh petualangan, dan penyakit yang dideritanya.


REVIEW :
      Sebelum memasuki Tahun 2000-an, Martin Scorsese selalu berkolaborasi dengan aktor yang dulu menjadi artis paling gemilang yaitu Robert de Niro. Kolaborasi itu tak elak memberikan keberhasilan luar biasa pada film-film Scorsese lainnya seperti Taxi Driver, Goodfellas dan Raging Bull yang mendapatkan pujian luar biasa dari berbagai kritikus maupun penontonnya. Setelah era de Niro mulai meredup dan kemampuan aktingnya yang mulai memudar maka ia ingin mencari lagi aktor yang bisa menyamai kejayaannya itu maka bertemulah ia dengan Leonardo di Caprio. Dan percayalah bahwa Leo telah menunjukkan talenta terbaiknya dimana kolaborasi Scorsi dan Leo ini telah menyamai bahkan melebihi kekuatannya dengan de Niro.

Dengan menyandang raihan 5 Piala Oscar memang tak bisa terbantahkan dengan apa yang terkandung di film Aviator ini. Dengan efek warna khas dan sinematografi yang luar biasa, Scorsi menciptakan sebuah film di era 70-an yang tampak begitu real dan brilliant. Ya, sentuhan inilah yang membuat Saya berdecak kagum bahwa film ini mampu tampil mewah meski dengan old fashion-nya. Tidak hanya itu, jalan cerita yang menjanjikan dan begitu kompleks telah hadir menjadi jalinan cerita yang tak mungkin membosankan dengan durasi film yang hampir 3 jam ini.

Tak jauh dari ciri khas Scorsi membuat film yang menggambarkan kondisi psikologis tokoh utamanya yang labil. Dengan kematangan serta karisma Leo yang ditunjukkannya sebagai Howard Hughes sosok pria kaya yang congkak, eksentrik dan playboy tetapi sifatnya yang cenderung terlalu higinies, bertingkah parno dan aneh selalu dianggap gila oleh orang-orang terdekatnya, inilah salah satu bagian terkuat film ini selain dari naskah yang bagus dan sinematografi yang wah. Bukan hanya menggambarkan sisi pribadi sang karakter Howard tetapi bagaimana kita melihat sisi positif karakter dimana kita melihat berkembangnya usaha miliknya dari seorang sutradara fenomenal lalu menjadi pengusaha sukses maskapai penerbangan dengan persaingannya dengan perusahaan-perusahaan lain yang ingin menjatuhkannya.

Well, dengan performa terbaik para pemerannya, telah menolong kita dengan durasi film yang mungkin bisa melelahkan dan mebosankan. Namun segi kekurangan itu pasti ada disetiap film yang mungkin terasa sempurna dari segala halnya. Filmnya sendiri bukan yang terbaik dari Scorsese menurut saya. Tidak mengeksploitasi sisi gila-gilaan dan minim pergolakkan emosional yang biasa ditemukan dalam film-film lain Scorsese. Karakter lain pun terasa hanya jadi tempelan dan kurang memiliki daya tarik. Jadi, The Aviator bukanlah film sempurna dalam karyanya, namun ini tetap menjadikannya film masterpiece dan jenius.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Mulai gemar menonton banyak genre film sejak 2011, dan menulis blog film sejak 2013. Ini adalah blog ke-2 setelah lemonvie resmi non-aktif

Search

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

RATING

  • Average
  • Bad
  • Delicious
  • Fair
  • Good

recent posts

Popular Posts

  • Lady Macbeth (2017) Movie Review
  • Apakah Anime Naruto (Mengecewakan/Memuaskan?)
  • My Cousin Rachel (2017) Movie Review
  • Bumblebee (2018) Movie Review
  • The Battle: Roar to Victory (2019) Movie Review

Sponsor

Arsip Blog

Translate

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates