• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Movillaz



Seorang pegulat bernama Randy ‘The Ram ’ Robinson (Mickey Rourke) terpaksa harus pensiun di dunia yang selalu ia lakoni karena dokter mendiagnosa dirinya mengalami penyakit jantung yang ia derita yang dapat menyebabkan kematian jika ia terus-menerus melakukan pekerjaannya. Lalu selepas pemberhentiannya itu ia mulai menjalani kehidupan dengan cara yang lebih baik dan normal dengan bekerja di sebuah supermarket. Da juga mencoba hubungan lebih dekat dengan seorang wanita striptis di sebuah bar bernama Cassidy (Marisa Tomei) dan juga mencoba lebih dekat dengan anak perempuannya, Stephanie (Evan Rachel Wood) yang benci terhadapnya karena tak pernah memperoleh kasih sayang dan perhatian darinya.

Inilah yang membuat Saya menyukai sebuah film terutama karya Darren Aronofsky yang satu ini. Tidak hanya menceritakan seorang pegulat dalam sisi gelap kehidupannya, tetapi memiliki sisi lembut dan hangat ketika ia berada dalam lingkungan sehari-hari bagaimana ia bersosialisasi dan akrab dengan anak-anak tetangganya, para sahabat seprofesinya, fansnya, bahkan dengan wanita yang dikenalnya di sebuah pub malam.

Bukan hanya berdiri dalam balutan dan nuansa berdarah dimana-mana akibat luka benda tajam saat pria yang dikenal dengan nama panggung 'Ram Jam' ini berlaga di dalam ring, namun begitu banyak juga sisi emosional dan menyentuh yang dapat dirasakan mampu menyentil hati. Apalagi saat ia mampu melumpuhkan hati anak perempuan yang sebenarnya membencinya sejak dulu dengan memberikannya hadiah sebuah pakaian hangat di musim dingin pada kala itu. Hubungan timbal balik setiap pemerannya mempunyai pengaruh yang kuat dalam penceritaan, sehingga kita dapat merasakan satu-persatu hubungan para tokohnya yang begitu terjalin dengan eratnya.

Untuk aktingnya pun tak diragukan, dengan menyabet masing-masing Nominasi Oscar pada Mickey Rourke dan Marisa Tomei, karena mereka berdualah yang mempunyai pengaruh kuat dalam penceritaan ini. Mickey telah melakukan performa terbaiknya sebagai RamJam yang tampil sebagai pria tua yang rapuh tetapi masih memiliki kekuatan yang terpancar dalam dirinya. Pada Marisa Tomei pun begitu mempunyai kekuatan dan keberanian sebagai Cassidy dengan tampil hampir telanjang bulat, lalu menari-nari di panggung sebagai penari telanjang di sebuah klub malam tersebut. Dengan kehidupan mereka yang gelap tetapi masih memiliki kehidupan yang berarti buat orang-orang tersayang mereka, Darren telah menciptakan nuansa manusia yang hidup dalam kotoran dan juga dianggap sampah bagi masyarakat tetapi masih memiliki kehidupan yang hangat dan cinta dalam hidup mereka.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Bercerita tentang perjalanan petinju kelas menengah era 50an bernama Jake Lamotta (Robert de Niro) yang berusaha menanjak karirnya menjadi petinju sukses di kotanya, bersama dengan adiknya Joey (Joey Pesci) yang mendukung penuh pekerjaannya itu. Lalu, Jake Bertemu dengan Vickie (Cathy Moriarty) seorang wanita cantik yang ditaksirnya di kolam renang umum yang akhirnya dinikahinya. Lalu kisahnya diceritakan antara problema karir dan rumah tangganya dari awal sampai akhir karirnya.

Film dengan format hitam putih buatan Martin Scorsese ini jangan dilihat dengan sebelah mata. Dengan kekuatan cerita serta akting sempurna hal tersebut tidak akan menjadikan film ini bermutu jelek dan terkesan kuno. Kesan Saya menonton film yang bertemakan tinju diperankan oleh Robert de Niro sangat berkualitas dengan akting para cast-nya yang tak setengah-setengah mampu menguatkan film ini.

Kisah nyata tentang petinju besar di era '50 bernama Jake Lamotta ini mampu digali sangat dalam. Antara kisah kehidupan rumah tangga dan perjalanan karirnya di atas ring pun berjalan secara berimbang. Yang saya suka disini adalah ketika kecemburuan Lamotta yang berlebihan terhadap istrinya yang terlihat terlalu gila dan tambah menjadi-jadi, bahkan adiknya Lamotta pun di tuduh telah bercinta dengan istrinya. Kegilaannya itu malah membuat Lamotta menjadi semakin tidak waras saat berada di atas ring. Tidak hanya menampilkan sisi kerasnya di ring tetapi Lamotta juga menunjukkan sisi kerasnya di dalam rumah tangga.

Hingga di penghujung karirnya ia telah mendapatkan gelar yang ia dambakan lalu pensiun agar ia dengan istri dan kedua anaknya dapat merasakan masa tuanya yang bahagia. Tetapi, sayangnya istrinya meminta cerai dan mengambil hak asuh kedua anaknya akibat ulahnya di bar miliknya sehingga ia harus masuk penjara, bukan mendapatkan kebahagiaan namun malah sengsara dengan kelakuan bodoh yang seharusnya tak ia lakukan.
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Older Posts

About me

About Me

Mulai gemar menonton banyak genre film sejak 2011, dan menulis blog film sejak 2013. Ini adalah blog ke-2 setelah lemonvie resmi non-aktif

Search

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

RATING

  • Average
  • Bad
  • Delicious
  • Fair
  • Good

recent posts

Popular Posts

  • Lady Macbeth (2017) Movie Review
  • Apakah Anime Naruto (Mengecewakan/Memuaskan?)
  • My Cousin Rachel (2017) Movie Review
  • Bumblebee (2018) Movie Review
  • The Battle: Roar to Victory (2019) Movie Review

Sponsor

Arsip Blog

Translate

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates