• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Movillaz




Jika kamu pernah nonton kera sakti di tipi, kamu pasti udah tahu ceritanya kayak apa. Eittss tunggu dulu... yang ini beda, walau tak beda-beda dikit. Intinya sih, ini ada beberapa siluman dan juga beberapa pemburu siluman. Nah, disini ada seorang pemburu siluman dengan metode kocak dan aneh dengan menggunakan buku cerita bertemu dengan wanita pemburu siluman profesional. Kejadiannya, disini ada siluman babi yang susah ditangkap oleh para pemburu siluman, makannya si pemburu siluman dengan buku cerita tersebut harus bertemu dengan Siluman paling hebat yang dikurung di bawah batu untuk belajar mengetahui menangkap sang siluman babi.

Bagi kamu yang udah biasa menonton film-filmnya Stephen Chow, pasti sudah tahu betapa brilliant dia dalam mengeksekusi antara bagian komedi dan ceritanya. Ya, dia sang ahli pengocok perut sekaligus mampu menjadikan cerita yang juga menyentuh. Jika memang kamu penikmat film-film dia sebelumnya, seperti Shaolin Soccer dan Kung Fu Hustle, maka Saya yakin kamu juga suka film ini.

Meski tema yang diambil sudah puluhan kali dibuat, tapi cerita yang dipegang oleh Stephen Chow ini menjadi terasa fresh. Lawakan-lawakan yang tak kenal garing, bahkan kelewat konyol. Meski kita tahu Chow memang ahli meracik lawakan, tapi si Chow tahu bahwa ada beberapa unsur yang tidak boleh ia lewatkan dalam filmnya. Ia tak lupa untuk membumbuinya dengan kisah romantis manisnya, humanity, melankolis, dan tentu adegan aksi yang akan mengembalikan kamu ke momen pertarungan ala Kung fu Hustle.

OVERALL, saya baru tahu bahwa Stephen Chow tidak hanya menjadi aktor lawak berbakat, tapi juga ia bisa menduduki kursi sutradara dengan sangat baik. Yap, lawakannya tak pernah garing meski sudah satu dekade ia membuat film. Dibarengi kualitas cerita mumpuni. Menjadikan Journey to the West versi orisinil nya sendiri.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Ceritanya berawal dari Lee (Bruce Lee) yang berasal dari perguruan Shaolin di Cina, mendapatkan sebuah misi penting dari pemerintahan Amerika guna meringkus penjahat besar bernama Han sekaligus mantan seperguruan Shaolin yang telah merusak nama Shaolin. Untuk dapat menangkapnya, Lee harus menyusup menjadi salah satu peserta turnamen beladiri yang diselenggarakan di pulau antah berantah yang telah menjadi wilayah kekuasaan Han.

REVIEW:
Saya begitu penasaran dengan tokoh master beladiri Bruce Lee. Karena beberapa film era sekarang  mencontoh beberapa adegan yang diperagakan sang legenda ini hingga saat ini, makannya Saya mencoba menonton filmnya yang fenomenal berjudul Enter the Dragon...

Alhasil, Saya takjub bagaimana film ini dibuat. Heboh bro! Mungkin memang bisa dikatakan tidak wah dibagian cerita, tapi bagaimana saya melihat Lee sama dengan Saya melihat film-film martial arts seperti Jackie Chan, (tentunya kamu bisa lihat ada Jackie Chan disini, meski cuman esek-esek jadi samsak Bruce Lee disini, alias figuran).

Bahkan lebih dari itu, sinematiknya adegan pertarungan meski jadulnya film ini pun sangat membuat Saya terkesan dengan film ini. Bruce Lee itu gerakannya cepat, meski Saya cukup lucu melihat ekspresi dan juga tubuh kecilnya yang berotot, tapi Saya membuang jauh-jauh pikiran itu hahaha.... Saya benar sepenuhnya menyukai Bruce Lee di film ini, dengan karakteristiknya yang unik dan memang tidak mengherankan jika ia disukai oleh banyak penggemarnya hingga sekarang. Jika saja sang aktor tidak meninggal di usianya yang muda.

OVERALL, untuk filmnya sendiri Saya akui menikmati adegan sinematis pertarungan ala Bruce Lee ini. Ia mampu menjadi memorable meski cerita film ini seharusnya bisa lebih bagus dan lebih digali ketimbang menjual karismatik sang aktor. Yah, bagian mengecewakan cuma ceritanya saja, meski ga jelek-jelek betul ya...
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Mulai gemar menonton banyak genre film sejak 2011, dan menulis blog film sejak 2013. Ini adalah blog ke-2 setelah lemonvie resmi non-aktif

Search

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

RATING

  • Average
  • Bad
  • Delicious
  • Fair
  • Good

recent posts

Popular Posts

  • Lady Macbeth (2017) Movie Review
  • Apakah Anime Naruto (Mengecewakan/Memuaskan?)
  • My Cousin Rachel (2017) Movie Review
  • Bumblebee (2018) Movie Review
  • The Battle: Roar to Victory (2019) Movie Review

Sponsor

Arsip Blog

Translate

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates