• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Movillaz




Seperti yang telah saya buat dalam postingan 10 Artis Paling Favorit 2016. Rasanya tidak afdol jika tidak membuat postingan untuk kategori aktor favorit tahun 2016. Meski selang waktunya sudah terlalu lama, tapi post ini baru selesai dibuat hari ini. Meski begitu dengan sedikit bersusah payah tentu saja list ini dibuat berdasarkan segi performa aktor bersangkutan dalam berakting seperti ketampanan, kemachoan, keanehan ataupun keseksian sekalipun.
----------------------------------------------------------


10. Eddie Redmayne
Pria bookworm dan canggung sepertinya sudah melekat dari diri Eddie Redmayne. Sebagaimana aktingnya di film terbaru dari J.K. Rowling di film Fantastic Beasts and Where to Find Them sebagai Newt Scamander. Menggantikan posisi Harry Potter sebagai main character. Sisi ikonik dalam diri Eddie Redmayne terpancar begitu mempesona mengalahkan pesona karakter lainnya dalam film ini. Dan tentu saja mengikuti keempat sekuelnya, sangat menarik melihat perkembangan karakter ini akan jadi seperti apa.

9. Jared Leto
Berusaha untuk tidak terjebak pada Joker-nya Heath Ledger. Sesuai janjinya Jared Leto memberikan Joker versi dirinya yang anti-mainstream yang bahkan diluar ekspetasi tampil segila dan sesinting yang dibayangkan. Tawa disturbing turut menciptakan atmosfer creepy pada dirinya. Meski disayangkan gegara film Suicide Squad menjadi film amburadul. Aktingnya hanya jadi pemanis tak berbobot. Jikalau filmnya sedikit bagus saja, tidak semestinya ia berada di urutan nomer 9.

8. Daniel Radcliffe
Ada dua film yang menyulitkan saya memilih antara Swiss Army Man dan Imperium yang membuat Daniel Radcliffe menarik perhatian saya, hingga akhirnya saya memutuskan memasukkan keduanya sekaligus. Diluar perannya sebagai Harry Potter selama lebih se-dekade membuat kemampuan aktingnya kian terasah. Dua filmnya kontras antara film konyol dan film serius, membuktikan Radcliffe bukanlah aktor multi-face biasa sekali pakai.

7. Ryan Gosling
Sebetulnya saya mau memasukkan akting Ryan Gosling di film La La Land. Tapi, menurut saya aktingnya disitu masih terlalu mainstream, cool dan status playboy-nya masih tercium. Maka saya jauh lebih memilih The Nice Guys sebagai akting favorit saya. Konyol dan bodoh itulah definisi seorang Ryan Gosling di film ini. Bagaimana mungkin aktor setampan dan sekeren ini dibuat menjadi karakter goofy dan menjatuhkan statusnya sebagai pria pujaan wanita. Tapi, ini bukti bahwa Gosling berani tampil bodoh sekaligus profesional diluar aktingnya yang melulu keren terus.

6. Tom Hanks
Aktor yang belakangan sering memerankan tokoh biografi, Tom Hanks aktor senior yang berkali-kali memajang namanya sebagai nominator Oscar memang patut diancungi jempol. Aktingnya sebagai kapten Sully pun nyaris sempurna. Ada ekspresi ketenangan dibalik peristiwa traumatis yang mengguncang jiwanya. Sebuah pendalaman karakter yang betul-betul dijiwai oleh Tom Hanks yang mudah untuk disukai.

5. Joseph Gordon-Levitt
Boleh jika mengatakan Joseph Gordon-Levitt adalah seorang aktor muda berbakat dan bertalenta. Salah satu aktingnya yang keren melalui perannya sebagai Edward Snowden. Bahkan salah satu kritikus lokal yang saya kenal mengatakan aktingnya disini hampir tidak mampu membedakannya dengan orang asli.

4. Viggo Mortensen
Viggo Mortensen mungkin hampir dilupakan sebagai aktor. Tapi, jangan lupakan aktingnya di film Captain Fantastic, karena aktingnya disinipun sangat fantastic. Bugil sepenuhnya dan berakting sebagai orang liar bersama anak-anaknya. Buat saya Viggo setengah gila di film ini, tapi tetap menjadi salah satu favorit saya tahun ini.

3. Andrew Garfield
Dua kali Andrew Garfield memerankan tokoh religius tahun ini, pertama Hacksaw Ridge, kedua Silence. Dan kedua-duanya adalah film terbaik karena aktingnya Garfield sangat luar biasa. Lupakan ia sebagai Spider-Man, disinilah Garfield membuktikan bahwa ia bukan aktor kelas kacangan yang selalu dicirikan sebagai aktor yang cuma bisa berakting sebagai remaja galau karena cinta. Diluar itu ia justru jauh lebih garang dengan cara galau yang berbeda.

2. Mahershala Ali
Saya tidak menyalahkan Mahershala yang aktingnya hanya sebentar di Moonlight namun menang Oscar sebagai Best Supporting Actor in Role. Sebagai salah satu aktor kulit hitam dan seorang muslim, saya akui kehangatan dan kebaikan yang ia salurkan kepada anak kecil tak dikenalnya sanggup menyentuh hati. Ya, saya tahu dari dulu Oscar memang tidak pernah menyepelekan aktor dan artis yang berakting sebentar, contohnya Anthony Hopkins di film Silence of the Lambs. Dan Mahershala membuktikan bahwa kualitas lebih dikedepankan daripada kuantitas.

1. Chasey Affleck
Complex and strong performance acting, sebuah hasil nubuat bagi Casey Affleck yang akhirnya betul-betul membuatnya memenangkan Oscar pertamanya di film Manchaster by the Sea. Sebuah akting berkelas wahid tentang kesuraman, kemurungan, dan ketidaksetabilan emosi dan mental yang terpancarkan sangat intens dan natural dari Casey sebagai pria biasa yang bekerja sebagai craftsman. Meski banyak skeptis soal isu moral abusive yang ia lakukan, namun hasil tetap harus membuktikan bahwa penilaian Oscar haruslah objektif.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments


Film ini diambil dari kisah nyata yang pernah dialami Michael German. Mencertikan seorang agen FBI bernama Nate Foster (Daniel Radcliffe). Setelah membatalkan perencanaan bom yang terjadi di sebuah kota, kemudian Nate harus melakukan penyamaran sekaligus penyelidikan rahasia untuk mengungkap dalang sebenarnya dari rencana pemboman tersebut. Angela Zamparo (Toni Collette) yang juga salah satu agen FBI meyakini bahwa yang melakukan hal tersebut adalah teroris lokal. Yaitu mereka yang dikenal dengan nama kelompok/geng skinhead. Mereka adalah orang-orang yang membudayakan aksi rasisme dan brutalisme. Melakukan aksi demonstrasi jalanan bahkan diyakini mereka akan membentuk dan menyebarkan kelompok yang lebih besar lagi. Maka dari itu melihat kemampuan komunikasi dan kecerdasannya, Angela meminta Nate untuk melakukan pekerjaan penuh bahaya dan beresiko demi mengungkapkan rencana jahat tersebut dan mendapatkan bukti.

REVIEW:
Setelah melepaskan dirinya dari tokoh penyihir cilik yang telah membuatnya terkenal selama lebih dari 1 dekade. Sepertinya Daniel Radcliffe ingin menunjukkan diri bahwa aktingnya tidaklah sebatas menjadi Harry Potter saja. Dan terbukti, Daniel telah menunjukkan kemampuan aktingnya di salah satu film besutan Daniel Ragussis berjudul Imperium ini. Pesonanya terlihat jelas kala ia memerankan penyamaran agen FBI sebagai anggota skinhead yang menganut paham Neo Nazi tersebut. Dengan kepala botak dan dandanan ala anak punk Daniel membawa pesona yang lebih berani dan garang di film ini. Selain Daniel Radcliffe, adapula Toni Collette yang juga mengisi bagian dari film ini sebagai partner Daniel.

Selain akting Daniel yang memukau di film ini. Bagian ceritanya sendiri mengambil sudut pandang sebuah subkultur skinhead yang telah membudaya di negara Inggris bahkan Amerika. Walau mungkin tidak banyak yang tahu mengenai budaya yang tengah berkembang sejak tahun 1980-an. Tapi, di film ini Daniel Ragussis menunjukkan beberapa karakteristik para anggota skinhead seperti penampilan ala anak punk, kepala yang dicukur, penyuka musik-musik keras, rasisme, dan juga ketika salah satu film yang memperlihatkan sosok skinhead secara brutal dan sadis di film (The Green Room), dirilis di tahun yang sama.

Meski tidak sengeri The Green Room. Imperium lebih menekankan pada drama psikologis yang di emban sang karakter utama. Disini kita akan dibawa kepada karakter Nate Foster yang mencoba mengemban sebuah misi penting dan tentu saja berbahaya. Selain menyamar ia juga harus belajar tentang latar belakang skinhead dan pemahaman mereka tentang idealisme Adolf Hitler. Tugas yang dia emban pun tidak sampai disitu, Nate juga harus pandai berkomunikasi dan juga harus mampu mendekati pemimpin dari geng tersebut. Dengan balutan politik dan mata-mata ini Daniel Ragussis mencoba menebarkan teror psikologis yang lebih ringan, namun mampu bermain cukup cerdas dan emosional.

OVERALL, Imperium merupakan sajian drama psikologis yang mengambil kisah latar belakang sebuah subkultur budaya skinhead secara mendalam dengan balutan politik dan mata-mata, ia ringan namun tetap bermain cukup cerdas dan emosional. Dibantu performa akting Daniel Radcliffe yang tidak saja mempesona tapi membuang semua pernak-pernik karakter Harry Potter yang melekat padanya selama ini, membuktikan kemampuan aktingnya di Imperium dengan lebih berani dan lebih garang.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Mulai gemar menonton banyak genre film sejak 2011, dan menulis blog film sejak 2013. Ini adalah blog ke-2 setelah lemonvie resmi non-aktif

Search

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

RATING

  • Average
  • Bad
  • Delicious
  • Fair
  • Good

recent posts

Popular Posts

  • Lady Macbeth (2017) Movie Review
  • Apakah Anime Naruto (Mengecewakan/Memuaskan?)
  • My Cousin Rachel (2017) Movie Review
  • Bumblebee (2018) Movie Review
  • The Battle: Roar to Victory (2019) Movie Review

Sponsor

Arsip Blog

Translate

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates