• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Movillaz



Dimulai dengan sebuah desa miskin yang dikuasai oleh sekelompok penjahat bengis yang dipimpin Bartholomew Rogue (Peter Sarsgaard). Tak tahan akan kekejaman yang dilakukannya, penduduk mengumpulkan tujuh orang ahlo bersenjata untuk melawan balik demi kebebasan mereka.

REVIEW:
Film ini diambil dari sebuah film lama yang dibuat dengan judul yang sama, The Magnificent Seven pada Tahun 1960. Kali ini Antoine Fuqua mempersembahkan kembali film ini dengan gambar dan teknik perfilman modern. Menciptakan pesona film yang pernah besar dengan rasa yang sama itu tidaklah mudah, tentu saja sama dengan apa yang ingin di berikan oleh film ini.

Meski menampilkan wajah-wajah yang sudah sangat familiar seperti Denzel Washington, Ethan Hawke, Chris Pratt, Lee Byung-hun, dan beberapa aktor pendukung lainnya yang sudah pasti akting mereka tidak bisa diremehkan. Namun, sayangnya mengembalikan pamor film besar ini sebesar film lamanya tentu saja teramat susah.

Hal yang mengecewakan adalah bagaimana naskah dan permainan cerita agak terlihat sedikit klise dan mudah dibaca. Ia tidak menampilkan sebuah gebukan besar apalagi sebagai film aksi dipenuhi tembak-menembak ala western.

Meski untuk action nya sendiri sebetulnya tidak mengecewakan dan tentu saja menyenangkan melihat bagaimana para ketujuh orang jago tembak ini dikumpulkan, tapi kesan emosi yang seharusnya diinginkan agak kurang. Salah satunya adalah pengembangan dan konflik karakter yang kurang besar menyebabkan ke tujuh karakter tak satupun memorable. Ditambah Peter Sarsgaard yang aktingnya sendiri tidak meyakinkan sebagai antagonis. Satu-satunya hal yang menghibur hanya adegan tembak-menembak dan aksi gerombolan bersenjata ini. Selebihnya biasa saja.

OVERALL, meski ia tampil menjadi biasa-biasa saja dan tanpa gebrakan emosi. Tapi, masih bisa menyenangkan hati ketika adegan aksinya masih mampu menghibur otak di kala stress. Setidaknya ia tidak menjadi film remake yang buruk.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Mulai gemar menonton banyak genre film sejak 2011, dan menulis blog film sejak 2013. Ini adalah blog ke-2 setelah lemonvie resmi non-aktif

Search

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

RATING

  • Average
  • Bad
  • Delicious
  • Fair
  • Good

recent posts

Popular Posts

  • Lady Macbeth (2017) Movie Review
  • Apakah Anime Naruto (Mengecewakan/Memuaskan?)
  • My Cousin Rachel (2017) Movie Review
  • Bumblebee (2018) Movie Review
  • The Battle: Roar to Victory (2019) Movie Review

Sponsor

Arsip Blog

Translate

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates